Ikon Desa Olahraga di Lempuyang

Lempuyang.desa.id – Jika anda melewati sebuah jalan di Kecamatan Wonosalam dan anda menemui ikon Piala Dunia, apa yang anda pikirkan? Jika anda melihat ikon unik itu berarti anda telah sampai di Desa Lempuyang, Desa Olahraga. Desa satu-satunya di Kabupaten Demak yang mengusung kebijakan pemerintah berbasis olahraga. Perdes No. 1 Tahun 2018 tentang Desa Olahraga telah menjadi dasar legalitas Pemerintah Desa Lempuyang sebagai Desa Olahraga. Lalu apa yang mendasari terbitnya perdes ini?

Membangun sarana olahraga adalah salah satu dari empat program wajib dana desa. Tiga program lainnya adalah menemukan produk unggulan desa, medirikan BUMDes dan Embung. Kalah dari tren infrastruktur, sarana olahraga adalah program yang masih jarang diterapkan oleh desa. Bagaimana sebenarnya sarana olahraga diyakini bisa mendorong ekonomi desa?

Olahraga bagi warga desa masih menjadi salah satu kegiatan mewah, apalagi dengan sarana yang memadai. Soalnya, selain kesibukan mengurus sawah dan mencari penghidupan ekonomi, sebagian besar sarana olahraga yang memadai bakal menyedot dana yang cukup besar, itulah yang membuat perkara olahraga sering “tidak menjadi prioritas” di desa. Padahal olahraga sangat mendukung berbagai hal menjadi positif karena olahraga langsung berpengaruh pada kesehatan warga. Jika warga desa memiliki kondisi kesehatan yang baik, bukankah berbagai aktivitas bakal menjadi gampang dilakukan?

Bukan itu saja, semangat olahraga selalu mengedepankan sportivitas, adu tangkas, adu gesit dan adu setrategi. Semuanya dilakukan dengan semangat yang positif. Nah, semangat positif ini sesungguhnya sangat penting dikembangkan melalui olahraga. Apalagi olahraga seperti sepakbola, voli dan berbagai olahraga yang melibatkan pemain dalam jumlah besar. Kerjasama tim yang hebat akan menjadi nilai positif yang baik jika dikembangkan pada wilayah yang lain misalnya kerjasama ekonomi dan membangun desa.

Gambar Tugu Piala Dunia

Olahraga juga memiliki kekuatan refreshing bagi pegiatnya. Letihnya tubuh karena olahraga berbeda jauh dengan letih bekerja. Letih olahraga menghasilkan badan yang sehat sedang letih bekerja menghasilkan penurunan stamina dan kondisi tubuh. Perbedaan-perbedaan ini harus dipahami warga desa. Tetapi apa iya bisa warga desa yang sudah lelah bekerja di sawah masih memiliki waktu menjadi pelaku atau menikmati olahraga di desanya?

Kepala Desa Lempuyang Ahmad Ulil Albab menjelaskan, “kesehatan adalah hak semua orang, maka olahraga sebagai salah satu kegiatan yang menyehatkan adalah hak dilakukan semua orang. Soalnya negara yang warganya sehat-sehat bakal menjadi negara yang kuat. Itulah sebabnya pembangunan olahraga di desa sangat penting dilakukan. Sarana ini akan meningkatkan kesehatan warga desa karena warga akan memiliki sarana untuk berolahraga. Misalnya, pembangunan lapangan bola, lapangan voli atau bahkan tenis meja.”

“Lagipula, olahraga adalah kegiatan universal artinya olahraga adalah kegiatan yang bisa menyatukan seluruh warga desa. Coba saja ingat jika ada pertandingan bola antar desa, bukankah semua orang berbondong-bondong ke lapangan desa dan menikmati sajian permainan bola para pemain andalan desa” Tambahnya. Pada momen itu semua orang bergembira, para ibu menggelar dagangan makanan kecil asli buatan warga dan sebagainya

Pemerintah Desa Lempuyang serius mengelola Desa Olah Raga ini, terbukti melalui diterbitkannya Perdes No. 1 Tahun 2018 tentang Desa Olahraga. Semangat inilah yang ingin dibangun Pemerintah Desa Lempuyang kepada warga desa. Dalam skala yang lebih besar, olahraga bisa menjadi kegiatan yang menghasilkan uang, seperti banyakya lapangan futsal berbayar misalnya. Belum lagi jika digelar Lomba atau kompetisi antardesa. Kegiatan olahraga pula yang bisa melahirkan atlit-atlit besar yang berjaya mengharumkan nama bangsa. Siapa yang tidak ingin menjadi olahragawan dengan bayaran setinggi langit seperti para pemain bola dunia itu? Jadi, apalagi yang diragukan, mari membangun warga desa yang sehat melalui olahraga. Jika warga desa berbadan sehat maka bakal jauh lebih produktif mereka bekerja. (Admin-1)

Facebook Comments
Posted in Kabar Desa, Lingkungan, Pemerintahan, Penggunaan Dana Desa, Potensi Desa, Produk Desa.

Tinggalkan Balasan