Tradisi Sedekah Bumi di Desa Lempuyang

Lempuyang.desa.id – Desa Lempuyang merupakan desa yang masih mempertahankan tradisi nenek moyang dari sejak dahulu sehingga kebiasaan ini menjadi budaya turun temurun sampai sekarang. Tradisi tersebut bernama sedekah bumi, sedekah bumi ini adalah suatu bentuk kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat desa Lempuyang yang bertujuan sebagai bentuk rasa syukur terhadap sang pencipta alam semesta Allah SWT yang telah memberikan dan melimpahkan kekayaan alam terhadap desa ini yang manfaatnya bisa dirasakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai mata pencaharian sehari-hari. Sedekah bumi ini biasa dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan hari kemerdekaan Indonesia dan biasanya dilaksanakan dengan sangat meriah, masyarakat berbondong-bondong berdatangan dari berbagai dusun menuju balai desa dengan membawa hasil alam yang sudah diolah seperti nasi, opor ayam, dan lain sebagainya yang nantinya makanan yang dibawa oleh masyarakat tersebut saling dipertukarkan dan kemudian ada yang dibawa pulang kembali. Menurut Kepala Desa Ahmad Ulil Albab mengatakan bahwa salah satu output dari kegiatan ini adalah saling berbagi untuk salingĀ  merasakan kenikmatan dan saling berbagi untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Tepat pada tanggal 10 Agustus 2018 kemarin, kegiatan budaya sedekah bumi ini dilaksanakan tidak seperti biasanya, dengan hiburan wayang kulit dan dirayakan secara meriah. Setelah kegiatan ini ditutup diadakan makan bersama masyarakat sambil bersaling sapa dan saling bertukar cerita agar kegiatan ini lebih terasa dengan posisi duduk melingkar dan semua warga duduk rapi dalam satu lingkaran.

Jika dilihat dari segi keilmuan, menurut Kluckhon terdapat tujuh unsur kebudayaan yaitu bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian, sistem religi, dan kesenian. Desa Lempuyang ini jika dilihat dari ketujuh aspek tersebut bisa dikatakan sudah memenuhi aspek budaya. Desa Lempuyang ini memiliki kesenian Angklung yang sangat terkenal sampai luar kabupaten.

Sebagai upaya mempertahankan kesenian dan sebagai upaya eksistensi Desa Lempuyang, kesenian Angklung akan lebih baik jika terus diletarikan dengan merevitalisasi kembali kesenian yang sudah ada dan terus meregenerasi kesenian tersebut dari generasi ke generasi selanjutnya sebagai ciri khas budaya Demak khususnya dan mampu mengangkat nama baik desa Lempuyang. (Admin-1)

Facebook Comments
Posted in Kabar Desa, Lingkungan, Pemerintahan, Potensi Desa, Seni dan Kebudayaan, Tokoh Masyarakat.

Tinggalkan Balasan