Lempuyang Akan Maju Dalam Lomba Pos Kamling 2019 Tk. Kabupaten Demak

Desa Lempuyang akan mewakili kecamatan Wonosalam dalam Lomba Pos Kamling Tingkat Kabupaten Demak pada bulan Mei 2019 mendatang. Hal ini sangat wajar mengingat Desa Lempuyang adalah desa yang relatif sangat aman dan tenang. Selain warga desa yang guyub, desa Lempuyang juga telah memiliki sebanyak 12 unit Pos Kamling lengkap dengan peralatannya.

Kepanjangan dari singkatan Pos Kamling, atau arti dari singkatan Pos Kamling adalah pos keamanan keliling, yang juga merupakan pos jaga bagi para linmas atau hansip yang biasa berjaga dimalam hari demi untuk keamanan blok, kampung maupun desa dimana mereka bertempat atau bertugas.

Di desa Lempuyang Pos Kamling disebut juga gardu maupun pos ronda atau pos jaga adalah sebuah bangunan yang berukuran mulai dari 3 x 4 sampai dengan ukuran yang lebih luas 3 x 5 meter. Biasanya terdiri atas sebuah bangunan yang berbentuk kotak terbuat dari bambu dan kayu. Pos Kamling dibangun dengan tujuan untuk berbagai hal yang pada intinya sebagai tempat peristirahatan atau duduk para penjaga kampung, blok maupun dusun.  Fungsi Pos Kamling pada dasarnya adalah menjadi tempat jaga namun tidak semuanya karena pos kamling juga bisa beralih fungsi dan tidak jarang dijadikan tempat untuk nongkrong kaula muda maupun tempat untuk bermain catur, pejalan kaki yang sedang kehujanan dan fungsi lainnya.

Babin Kamtibmas Mengecek Perlengkapan Salah Satu Pos Kamling Desa Lempuyang

Kepala Desa Ulil Albab menyatakan “Siskamling sendiri diselenggarakan dengan dua tujuan, yaitu menciptakan situasi dan kondisi yang aman, tertib, dan tentram, serta mewujudkan kesadaran warga masyarakat di lingkungannya dalam penanggulangan terhadap setiap kemungkinan timbulnya gangguan Kamtibmas.” (1/2/2019)

“Sebetulnya ada dua macam upaya yang dilakukan saat warga bergiliran Siskamling. Upaya yang pertama adalah preemptif, yaitu penanggulangan terhadap fenomena dan situasi yang dapat dikategorikan sebagai faktor korelatif kriminogen, dengan cara mencermati setiap gejala awal, kemudian menemukan penyebab yang potensial. Upaya kedua disebut dengan preventif, yaitu mencegah timbulnya ancaman keamanan melalui kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli atau perondaan, mencegah lebih baik daripada mengobati.” Ungkap Ulil.

Dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti lomba Pos Kamling yang diadakan oleh Polres Demak, maka Pemerintah Desa Lempuyang membentuk tiga komponen, yaitu FKPM, Ketua Siskamling, dan Pelaksana Siskamling. FKPM atau Forum Kemitraan Polisi-Masyarakat, merupakan wadah kerja sama kemitraan antara Polri dengan masyarakat untuk memecahkan persoalan sosial yang dapat mengganggu Kamtibmas di suatu wilayah. Ketua Siskamling dapat dijabat oleh ketua Rukun Tetangga (RT), ketua Rukun Warga (RW), atau tokoh masyarakat lain yang dipilih berdasarkan kesepakatan. Tugasnya adalah memimpin penyelenggaraan Siskamling, serta bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada warga. (Admin-1)

Facebook Comments
Posted in Kabar Desa, Lingkungan, Pemerintahan, Penggunaan Dana Desa, Potensi Desa, Seni dan Kebudayaan, Tokoh Masyarakat.

Tinggalkan Balasan