Asal usul Sejarah Desa Olahraga Tidak lepas dari tokoh alim ulamak

Pada hari kamis tgl 20 februari2019  kemarin kepala desa lempuyang Ahmad Ulil Albab. M.Pd  berdiskusi bersama tokoh masyarakat terkait masalah asal usul berdirinya desa lempuyang

Dari keterangan Bapak Kyai H. Musafak Amar di hasilkan sebuah informasi sementara berdasarkan pemahaman dan pengkajian pada prasasti yang tertingal pada masjid al azhar yang sekarang masih berdiri desa lempuyang prasasti itu berbunyi bahasa arab yang artinya:

Pada jaman kerajaan Demak ada salah satu pemimpin pemerintahan bidang agama yang bernama H.  Muhamad irsyad penghulu Demak kidul memberikan sebuah usulan kepada Kanjeng Mas Tumengung Diningrat (keturunan dari kerajaan Demak) setelah itu usulan dari penghulu tersebut melalu kanjengmas tumengung di wakafkan kepada simbah H. Murtadho merupakan dari silsilah cangah dari simbah kyai H. Musafak Amar.

Pendirian masjid pertama kali di lempuyang dilaksanakn pada hari senin bulan syafar Tahun 1303 H tahun dzal pada tahun 1815 dan melihat dari data tersebut kemungkinan besar Desa Lempuyang mulai pembangunan awal desa yg berada di sebelah utara tanggul tuntang  kurang lebihnya sudah berusia 137 tahun .

Usul punya usul lempuyang jaman dahulu kala letak desa tidak berada di utara tanggul tuntang melainkan di selatan tanggul tuntang singkat cerita diakrenakan dijaman belanda luapan sungai tuntang yg semakin besar dan banyak penjajahan dan perampokan oleh rezim belanda maka warga masyrakat memutuskan untuk pindah disebelah utara dilahan pertanian peningalan warga desa lempuyang yang saat ini masih ada diselatan tanggul tuntang meliputi : masih adanya lapangan sepak bola, lahan pemakaman umum,  tanah pomahan yang masih gundukan dan juga salah satu dukuh yang bernama puyang kidul yang tertinggal yang saat ini menjadi milik Desa Sidoharjo kec. Guntur kab. Demak (22/2/19)

Mulai perpindahan ke utara tanggul mulailah kehidupan baru dan perkembangan desa, dimulailah lewat perkembangan dibidang olahraga sepak bola yang diprakarsai oleh simbah kyai masrokhan yang diberi nama klub sepak bola putra buana dahulu kala adalah sebuah tim besar yang sudah mempunyai jam terbang tinggi dan mengadakan liga sampai lingkup jawa tengah,  dengan mengunakan fasilitas lapangan sepakbola yang tertinggal di selatan tanggul tuntang perkembangan desa mulai muncul. Dengan  olahraga persatuan dan kesatuan antar masyarakat terjaga dengan media tersebut dijadikan tempat berbusawarah antar warga untuk menentukan sebuah konsep desa yang sampai berkembang saat ini menjadi desa olahraga yang diprkarsai oleh kepala desa ahmad ulil albab, M. Pd

 

Facebook Comments
Posted in Kabar Desa, Pemerintahan, Potensi Desa.

Tinggalkan Balasan