Lempuyang menangani masalah kenakalan remaja melalui kegiatan Olahraga

Desa lempuyang selalu berbenah untuk mengusung konsep desa olahraga dengan cara tersebut ampuh menjadi solusi mengurangi kenakalan remaja ditingkat Desa.

menurut sumber yang didapat dari tokoh masyarakat yaitu selaku ketua LKMD desa lempuyang apa yang dikonsepkan desa itu merupakan cara yang jitu karena melalui kegiatan olahraga yang dilakukan setiap hari dan sore hari bersama masyarakat akan mempengaruhi pola pikir dan menjaga kedekatan emosional bersama masyarakat lain sehingga tumbuhnya rasa toleransi terhadap sesama dengan demikian ketika remaja tersebut mau melakukan kegiatan yang diluar norma aturan yang ada akan menjadi lebih terkontrol. daripada itu melakukan aktifitas olahraga secara rutin akan menjaga kebugaran dan pastinya tenaga terkuras seetelah melakukan aktifitas seharian itu juga meruapakan cara mengatasi masalah remaja yang sering nongkrong di luar batas.

hidup sehat bugar gembira

mensana coorporesano didalam tubuh yang sehat ada jiwa yang kuat

Daun pisang di Desa Lempuyang dijadikan Box organik bernilai jual

Lempuyang kembali lagi melakukan sebuah inovasi atau trobosan untuk pemberdyaan dibidang ekonomi guna menangulangi penganguran lansia yang ada di desa tersebut. (21/3/19)

kata kepala Desa Lempuyang selain trobosan dibidang teknologi tepat guna lewat produksi alat olahrga, dan pangan diinovasi pembuatan teh lempuyang kini pemdes lempuyang membuat box organik terbuat dari daun pisang yang digunakan sebagai tempat snek yang ramah lingkungan dan bernilai jual tinggi sebagai solusi pemberdayaan bagi kaum lansia, selain mengatasi penganguran juga membatu menyelesaikan permasalahan untuk penangulangan sampah plastik, bekas pakai bisa digunakan untuk pembuatan kompos serta mampu memberikan nilai perkembangan ekonomi

Asal usul Sejarah Desa Olahraga Tidak lepas dari tokoh alim ulamak

Pada hari kamis tgl 20 februari2019  kemarin kepala desa lempuyang Ahmad Ulil Albab. M.Pd  berdiskusi bersama tokoh masyarakat terkait masalah asal usul berdirinya desa lempuyang

Dari keterangan Bapak Kyai H. Musafak Amar di hasilkan sebuah informasi sementara berdasarkan pemahaman dan pengkajian pada prasasti yang tertingal pada masjid al azhar yang sekarang masih berdiri desa lempuyang prasasti itu berbunyi bahasa arab yang artinya:

Pada jaman kerajaan Demak ada salah satu pemimpin pemerintahan bidang agama yang bernama H.  Muhamad irsyad penghulu Demak kidul memberikan sebuah usulan kepada Kanjeng Mas Tumengung Diningrat (keturunan dari kerajaan Demak) setelah itu usulan dari penghulu tersebut melalu kanjengmas tumengung di wakafkan kepada simbah H. Murtadho merupakan dari silsilah cangah dari simbah kyai H. Musafak Amar.

Pendirian masjid pertama kali di lempuyang dilaksanakn pada hari senin bulan syafar Tahun 1303 H tahun dzal pada tahun 1815 dan melihat dari data tersebut kemungkinan besar Desa Lempuyang mulai pembangunan awal desa yg berada di sebelah utara tanggul tuntang  kurang lebihnya sudah berusia 137 tahun .

Usul punya usul lempuyang jaman dahulu kala letak desa tidak berada di utara tanggul tuntang melainkan di selatan tanggul tuntang singkat cerita diakrenakan dijaman belanda luapan sungai tuntang yg semakin besar dan banyak penjajahan dan perampokan oleh rezim belanda maka warga masyrakat memutuskan untuk pindah disebelah utara dilahan pertanian peningalan warga desa lempuyang yang saat ini masih ada diselatan tanggul tuntang meliputi : masih adanya lapangan sepak bola, lahan pemakaman umum,  tanah pomahan yang masih gundukan dan juga salah satu dukuh yang bernama puyang kidul yang tertinggal yang saat ini menjadi milik Desa Sidoharjo kec. Guntur kab. Demak (22/2/19)

Mulai perpindahan ke utara tanggul mulailah kehidupan baru dan perkembangan desa, dimulailah lewat perkembangan dibidang olahraga sepak bola yang diprakarsai oleh simbah kyai masrokhan yang diberi nama klub sepak bola putra buana dahulu kala adalah sebuah tim besar yang sudah mempunyai jam terbang tinggi dan mengadakan liga sampai lingkup jawa tengah,  dengan mengunakan fasilitas lapangan sepakbola yang tertinggal di selatan tanggul tuntang perkembangan desa mulai muncul. Dengan  olahraga persatuan dan kesatuan antar masyarakat terjaga dengan media tersebut dijadikan tempat berbusawarah antar warga untuk menentukan sebuah konsep desa yang sampai berkembang saat ini menjadi desa olahraga yang diprkarsai oleh kepala desa ahmad ulil albab, M. Pd

 

MANAJEMEN RISIKO DESA

MANAJEMEN RISIKO DESA

 Oleh : Saifudin, M.E.

(Pengamat Desa dan Dosen Fak. Ekonomi & Bisnis Islam IAIN Salatiga)

Risiko merupakan kata yang hampir selalu ada dalam pilihan keputusan pemerintah desa. Keputusan pemerintah desa tentunya selalu diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri.  Kebijakan yang diambil oleh pemerintah desa selalu mengandung risiko baik kecil maupun besar. Meskipun risiko berkonotasi negatif, sesuatu yang tidak disukai dan pasti ingin dihindari, desa akan selalu dihadapkan dengan risiko ini.Continue reading

KADES BERPRESTASI DIBIDANG TEKNOLOGI TEPAT GUNA DENGAN ALAT CIPTAANNYA YAITU RINGBASKET MULTIGUNA

 

 

 

 

 

Lempuyang.desa.id – Ahmad Ulil Albab yang pekerjaan sehari-harinya adalah seorang Kepala Desa di desa lempuyang RT 01 RW 04 Desa Lempuyang Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak – Jawa Tengah, untuk membuat alat olahraga berupa ringbasket Multiguna untu pembelajaran penjaskes dan alat olahraga anak disabilitas /berkebutuhan khusus yang bisa digunakan orang dewasa bahkan orang tua karena alat ini sangat kreatif dan juga sangat fleksibel.Continue reading

Lempuyang Ditetapkan Sebagai Desa Ramah Anak

Perjuangan mempersiapkan anak sebagai generasi berkualitas berarti membangun dan mensejahterakan kehidupan anak sedini mungkin, yang dimulai dari masa anak dalam kandungan, kemudian terlahir dan berada di dalam pengasuhan keluarga, hingga kemudian anak dewasa dan masuk ke lingkungan yang lebih besar, yakni lingkungan masyarakat. Dalam proses tumbuh kembang tersebut, anak juga memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi agar bisa bertumbuh kembang secara optimal.Continue reading